Membuat Router dengan Ubuntu Server
Iseng-iseng kemarin dulu setelah membeli komputer saya berniat untuk membuat Gateway Server di warnet saya. Sebelum memaparkan langkah – langkah saya dalam membuat router menggunakan Ubuntu Server, ada baiknya kalau kita mengetahui terlebih dahulu istilah dari router itu sendiri.
Menurut Tante WIKI, router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Dari gambar di atas sudah tampak penjelasan dari router di mana kondisi jaringannya yaitu :
Modem -> IP = 192.168.1.1/24
Local Viewer A -> IP = 192.168.0.2/24
Local Viewer B -> IP = 192.168.0.3/24
Pada kondisi di atas router akan di gunakan untuk menghubungkan 2 buah Interface yang berbeda yaitu Interface A yaitu LV A dan LV B dan Interface B yaitu Modem.
Jadi kondisi yang harus di punyai router agar dapat menghubungkan 2 buah kelas yg berbeda ini adalah :
- Harus mempunyai 2 Lan Card
- Terhubung di 2 interface
Oke, saya rasa udah cukup konsep mengenai router, biar gak tegang silahkan ambil minuman lalu kita oprek ubuntu servernya biar bisa berfungsi sebagai router.
1. Login ke sistem, dengan menggunakan User dan Password pada saat menginstal ubuntu server.
2. Setelah login, sekarang masuk sebagai root agar lebih leluasa dalam pengaturan konfigurasi.
$sudo su
Kemudian masukkan password root anda. Apabila password root anda tidak ada, coba ketik:
$passwd root
Kemudian masukan password root sebanyak 2 kali.
3. Edit konfigurasi ethernet dengan perintah
#nano /etc/network/interfaces
edit tulisan ini sesuai dengan kondisi komputer anda.
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.200
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1
broadcast 192.168.1.255
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.0.50
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1
broadcast 192.168.0.255
simpan dengan menekan ctrl + x lalu tekan y dan enter
4. Setelah itu , Kita akan memasukkan DNS. Caranya yaitu dengan mengetikkan perintah :
#nano /etc/resolv.conf
Kemudian, isi filenya dengan :
nameserver 192.168.1.1
nameserver 208.67.222.222
simpan dengan menekan ctrl + x lalu tekan y dan enter
5. Agar settingan yg kita buat dapat berfungsi, maka perlu restart network dengan cara tulis di terminal
#/etc/init.d/networking restart
6. Ok, setelah networknya udah siap sekarang kita akan masuk ke proses routing.
Ket : eth0 = Router -> modem
eth1 = Router -> client
Sekarang kita edit sysctl.conf dgn cara
#nano /etc/sysctl.conf
Kemudian cari tulisan
# net.ipv4.conf.default.forwarding=1
hilangkan tanda pagar menjadi:
net.ipv4.conf.default.forwarding=1
Pastikan angkanya sama dengan 1
simpan, kemudian keluar.
Keterangan :
-> Tanda pagar (#) berarti kata setelahnya adalah komentar
-> 1 berarti kernel di perbolehkan untuk routing
-> 0 kernel tidak bisa melakukan proses routing
7. Setelah semuanya selesai kita harus memasukkan script routing agar jaringannya tau kemana jaringan akan di routing, yaitu dengan cara ketikan di terminal:
#/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/255.255.255.0 -d 0/0 -j MASQUERADE
Ket :
-t nat berfungsi untuk membuat table nat pada IP table
-A POSTROUTING berfungsi untuk membuat aturan baru pada postrouting
192.168.0.0/255.255.255.0 yaitu ip client yang akan di routing berkisar 0 – 255
-d 0/0 Mencari sumber keluar perintah 0/0 artinya akan mencari dalam bentuk global
-j MASQUERADE perintah ini akan mengarahkan rantai paket kebagian tertentu tapi tanpa source.
Ok, semua langkah – langkah sudah selesai sekarang routing sudah berfungsi. Tapi sebelum itu harus di ketahui bahwa konfigurasi dengan menggunakan iptables barusan hanya bersifat sementara, jadi kalo pc server di reboot, settingan nya akan hilang.
8. Untuk menjalankan perintah routing pada saat komputer dinyalakan yaitu dengan menyimpan script routing kedalam rc.local. Caranya tulis di terminal
#nano /etc/rc.local
masukkan perintah routing tersebut ke dalam rc.local, cukup di copy aja yg di bawah ini :
/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/255.255.255.0 -d 0/0 -j MASQUERADE
kemudian save deh. Skrip di atas diletakkan di atas exit 0
PCme
Selasa, 07 Februari 2012
Cara Buat Router dg Debian 5
APAKAH ROUTER ITU??
Di dalam sesebuah rangkaian, data perlulah dihantar dan dikirim dengan tepat dan betul. Rangkaian komputer kompleks biasanya terdiri daripada koleksi LAN yang dijalinkan antara satu sama lain. Kerja-kerja mengirim ini dilaksanakan oleh router di mana router akan mengambil mesej data dari LAN dan menukarkannya kepada paket yang sesuai untuk dihantarkan ke LAN yang satu lagi (Lihat rajah 1).
![]() |
| Rangkaian yang menggunakan perantara Router |
Fungsi Router
Router berfungsi sebagai sebuah alat penghubung di antara rangkaian yang berlainan. Semasa paket dihantar, router akan menjalankan beberapa proses penting antaranya ialah: membuat terjemahan protokol, mengemaskini jadual haluan, mengirim paket, membungkus paket dan membuka bungkusan paket. Selain itu juga router berperanan untuk menapis trafik dengan membenarkan paket tertentu sahaja. Ini membolehkannya bertindak sebagai alat pelindung ringkas bagi rangkaian anda.
Berikut adalah beberapa kelebihan router:
- Menghubungkan dua atau lebih rangkaian untuk membentuk satu rangkaian
internetwork.
- Menghubungkan dua rangkaian yang berlainan protokol.
- Mengawal keselamatan rangkaian dengan membuat tapisan pada paket.
Untuk kali ini saya akan menuliskan bagaimana membuat router secara sederhana di debian 5 (lenny).
Kita definisikan dahulu IP yang akan digunakan
IP untuk koneksi internet kita taruh di eth0
IP : 172.16.16.1/25
Gateway : 172.16.16.126
IP untuk local ditaruh di eth1
IP : 192.168.1.1/26
dari definisi diatas dikonfigurasikan kedalam sistem debian dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Memasukkan IP di interfaces (eth)
dengan perintah
IP untuk local ditaruh di eth1
IP : 192.168.1.1/26
dari definisi diatas dikonfigurasikan kedalam sistem debian dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Memasukkan IP di interfaces (eth)
dengan perintah
#nano /etc/network/interfaces
kemudian edit filenya menjadi sebagai berikut:
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 172.16.16.1
netmask 255.255.255.128
network 172.16.16.0
broadcast 172.16.16.127
gateway 172.16.16.126
# dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed
dns-nameservers 172.16.16.1
dns-search bloganakkomputer.org
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.192
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.63
2. Kemudian kita edit file rc.local
(digunakan untuk melakukan routing walaupun di restart)
dengan perintah
#nano /etc/rc.local
sebelum baris exit 0 ditambahkan
iptables -A POSTROUTING -t nat -o eth0 -j MASQUERADE
sehingga rc.local akan menjadi
#!/bin/sh -e
#
# rc.local
#
# This script is executed at the end of each multiuser runlevel.
# Make sure that the script will "exit 0" on success or any other
# value on error.
#
# In order to enable or disable this script just change the execution
# bits.
#
# By default this script does nothing.
iptables -A POSTROUTING -t nat -o eth0 -j MASQUERADE
exit 0
Untuk mengecek apakah konfigurasi sudah benar
iptables –t nat –n –L
dan akan muncul
Chain PREROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
Chain OUTPUT (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
berarti setting telah benar
Kemudian isi konfigurasi pada /etc/network/option
Isikan baris :
ip_forward = yes
spoofprotect = yes
syncookies = no
3. Aktifkan ip forward
dengan perintah
dengan perintah
#nano /etc/sysctl.conf
cari kata #net.ipv4.ip_forward=1
kemudian hilangkan tanda #
4. Restart network
perintah
#/etc/init.d/networking restart
5. reboot (restart) komputer
kalau masih tidak mau komputernya terhubung setelah di restart ketikkan aja
iptables -A POSTROUTING -t nat -o eth0 -j MASQUERADE
kemudian ulangi langkah ke 4
cara diatas kalau belum bisa untuk internetan maka perlu di masukkan DNS Server
caranya
edit file resolv.conf dengan perintah #nano /etc/resolv.conf
edit atau tambahkan di paling bawah
xxx diisi ip DNS server
untuk pengisian client adalah
IP : 192.168.1.2 - 62 /26
Gateway : 192.168.1.1
Untuk uji coba apakah router sudah berjalan dengan baik, coba dari komputer klien dengan command prompt (cmd) dan ping ke gateway dahulu (192.168.1.1).
![]() |
| Ping Gateway dari Client |
Jika berhasil, ping ke ether public (172.16.16.1).
![]() |
| Ping Ether Public |
Jika sudah berhasil, ping ke website semisal www.google.com (jika terkoneksi ke internet). Namun hingga langkah ping ke Ether Public server dan jika berhasil, server sudah dapat dikatakan dapat merouting dengan baik.
Senin, 30 Januari 2012
Cara Clonning Hardisk Menggunakan Norton Ghost
- Download terlebih dahulu Hiren’s Boot CD disini 9.9 [177 MB], Aplikasi ini dipaket untuk hal-hal yang berhubungan dengan masalah reparasi hardisk dan backup data. Bisa juga langsung memakai Norton Ghost, tapi aplikasi ini tidak gratis alias harus bayar. Saran saya, pakai saja aplikasi Hiren’s Boot CD.
- Setelah anda download, burning ke CD, selanjutnya akan digunakan sebagai booting.
- Booting PC dari CD/Flashdisk yang berisi file Hiren’s Boot CD yang telah kita download. Untuk melakukan booting dari CD, Atur melalui BIOS.
- Pada pilihan pertama, pilih Start BootCD.
- Pilih Backup Tools atau tekan 2.
- Pilih Norton Ghost 11.5 atau tekan 2.
- Pilih Ghost Normal atau tekan 8.
- Selanjutnya akan tampak tampilan seperti gambar berikut, abaikan saja (jangan pilih/pencet apapun).
- Selanjutnya tekan Enter/OK.
Membuat file image (Backup .GHO).
- Lanjut dari langkah sebelumnya, pada menu pilihan pilih Local > Partition > To Image.
- Pilih sumber hardisk yang berisi file sistem operasi anda. Gunakan tombol Tab dan key navigation untuk berpindah tab/menu. Selanjutnya tekan Enter.
- Pilih partisi yang berisi file sistem operasi anda. Biasanya bertype Primary dan terletak paling pertama (berhuruf C). Jika sudah tekan Enter.
- Pilih partisi/disk untuk menyimpan file backup anda. Dalam contoh ini misalnya pada Data(D) dengan nama WINDOWS.GHO. Jika sudah, tekan OK
- Selanjutnya, ada pilihan metode kompress. Saya sarankan pilih “High”, karena ukuran filenya kecil sehingga tidak memakan space pada hardisk anda.
- Ada pertanyaan, pilih Yes untuk melanjutkan proses pembuatan image.
- Tunggu sampai selesai
Restore file Backup.
Setelah anda selesai membuat file backup, sekarang anda dapat mengkloning file tersebut ke hardisk tujuan atau komputer lain.
- Pilih Local > Paartition > From Image.
- Pilih lokasi dimana anda menyimpan file image tadi. Lalu klik Open
- Pilih sumber partisi dari file image tadi.
- Pilih target partisi dimana anda akan merestore/mengkloning dari ke hardisk atau pertisi lain.
- Ada konfirmasi, pilih Yes.
- Tunggu sampai selesai.
- Jika ada konfirmasi, pilih Reset Komputer.
- Selesai.
Semoga bermanfa’at.
Cara Instal Macromedia Dreamwaver 8
Langkah-Langkah Install Dreamweaver 8 Trial 30 Hari
-
Jalankan Setup Macromedia Dreamweaver 8 denagn cara klik 2X
-
Kemudia muncul jendela Welcome to the InstallSheild Wizard for Macromedia Dreamweaver >> Next.
-
Pada jendela License Agreement pilih “I Accept the terms in the license agreement” >> Next.
-
Pada jendela Destinations Folder and Shortcuts biarkan default saja dan pilih “Create QuickLaunch Bar Shortcuts (for the Current User only)” dan “Create Shortcuts on Desktop ( for All User)” >> Next.
-
Pada jendela Default Editor >> Select All >> Next.
-
Pada jendela Ready to Install the Program >> Install, Installing Macromedia Dreamweaver 8 tunggu hingga selesai.
-
Pada jendela InstallSheild Wizard Completed pilih “Lauch Macromedia Dreamwaever 8” >> Finish.
-
Kemudian muncul jendela Activation >> Buy >> kemudian masukkan Serial Number berikut WPD800-56436-43532-24092 >> Register.
Langkah-Langkah Membuat Site di Dreamweaver 8
-
Klik Start >> All Programs >> Macromedia >> Macromedia Dreamweaver 8.
-
Klik Manage Sites muncul jendela Manage Sites >> New >> Sites.
-
Pada jendela Site Definition or Unnamed Site 1 pilih tab Basic, masukkan nama site pada kolom “What would you like to name your site?” Contoh: Site_nanang_26_XII_TKJ2 >> Next.
-
Kemudian muncul pertanyaan “Do you want to work with a server technology such as ColdFusion, ASP.NET, ASP, JPS, or PHP?” karena penulis tidak mengunakan server diatas maka dijawab “No, I do not want to use server technology” >> Next.
-
Kemudian muncul pertanyaan “How do you want to work with your files during development? Biarkan default saja karena Recommended dan pada kolom “Where on your computer do you want to store files?” tentukan tempat penyimpanan file contoh: D:\XII TKJ2\ dengan cara klik icon folder pada samping kanan kolom browse drive dan folder >> Select >> Next.
-
Kemudian muncul pertanyaan “How do you connect to your remote server?” biarkan default saja yaitu Local/Network pada kolom “What folder on your server do you want to store your files in?” sama seperti pada langkah 5 yaitu D:\XII TKJ2\ dan klik “Refresh remote files list automatically” >> Next.
-
Kemudian muncul pertanyaan “Do you want enable checking in and check out files,…?” dijawab “No, Do not enable chek in and chek out” >> Next >> Done >> Done.
Cara Instal Linux Ubuntu 10.10
Ubuntu – Telah kita ketahui bahwa pada 10 Oktober lalu Canonical
secara resmi meluncurkan sistem operasi terbaru mereka Ubuntu 10.10
Maverick Meerkat. Update dan fitur-fitur baru telah disertakan
bersamanya. Installer yang telah diperbarui, penggantian default font
dengan font baru yang dikenal dengan Ubuntu Font Familly, pembaruan dan
penyempurnaan Unity pada Ubuntu 10.10 netbook remix merupakan sedikit
contoh fitur yang disertakan pada rilis Maverick Meerkat tersebut.
Tutorial berikut ditujukan bagi mereka yang baru mengenal atau ingin mengenal dan mencoba merasakan Ubuntu 10.10 sebagai sistem pada komputer yang digunakan atau bahkan bagi mereka yang belum pernah menginstal Ubuntu sebelumnya.
Hal-hal yang perlu Anda persiapkan sebelum proses instalasi adalah memastikan bahwa komputer yang akan digunakan dapat melakukan booting dari CD/DVD drive. Hidupkan komputer Anda lalu tekan F8, F11 atau tombol F12 (bergantung pada BIOS Anda) untuk mengatur CD/DVD-ROM sebagai media booting pertama kali.
Anda juga memerlukan sebuah CD/DVD installer Ubuntu 10.10 yang sesuai dengan arsitektur yang digunakan (i386 atau amd64), jika belum memilikinya, Anda dapat mendownload terlebih dahulu melalui link download Ubuntu 10.10 yang kami sediakan pada artikel ini. Setelah installer berhasil di-download, silahkan bakar file ISO yang didapatkan dengan aplikasi pembakar CD/DVD seperti Nero, CDBurnerXP, Roxio atau aplikasi lain yang Anda sukai pada CD kosong dengan kecepatan 8x.
Bagi Anda yang baru pertama kali mengenal Linux dan ingin menginstal sendiri Ubuntu 10.10 sebagai pembelajaran, kami sangat menyarankan Anda melakukannya pada komputer dengan hardisk kosong yang tak ada data atau sistem lain di dalamnya, sebab kesalahan atau kegagalan selama proses instalasi dapat menyebabkan semua data atau sistem yang telah ada akan hilang/terhapus dan tidak akan pernah bisa dikembalikan lagi!!!.
Setelah semua perangkat yang dibutuhkan siap dan Anda telah memahami risiko yang mungkin terjadi jika ada kesalahan, langsung saja kita mulai peroses instalasi Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat.
Masukkan CD/DVD installer Ubuntu 10.10 kedalam CD/DVD drive lalu restart komputer Anda. Tunggulah beberapa saat hingga installer Ubuntu selesai diload…

Tak lama kemudian anda akan disodori sebuah wizard instalasi. Silahkan pilih bahasa yang ingin Anda gunakan lalu klik tombol “Install Ubuntu” untuk melanjutkan…
Catatan: Bagi Anda yang belum ingin mengistal Ubuntu 10.10 namun ingin mencoba merasakan sistem operasi ini, klik tombol “Try Ubuntu” untuk menjalankan Ubuntu 10.10 sebagai Live CD.

Persiapan menginstal Ubuntu.
Pastikan Anda memiliki semua persyaratan minimal yang dibutuhkan.
Sebagai pilihan, Anda dapat men-download pembaruan saat proses instalasi
dan/atau menginstal software pihak ketiga, seperti dukungan MP3, hanya
dapat dilakukan jika Anda memiliki koneksi internet saat instalasi.
Perlu diketahui, kalau semua pilihan itu di aktifkan maka proses
instalasi akan memerlukan waktu yang lebih lama.

Mengalokasikan drive space
Pada layar ini Anda memiliki tiga pilihan:

1. Install alongside other operating systems – Instal bersama sistem operasi lain
Pilih opsi ini HANYA jika Anda memiliki OS lain (misalnya Windows
XP) telah terinstal pada komputer dan Anda ingin sistem dual boot.
(Tidak kami sarankan bagi Anda yang belum pernah sama sekali melakukan
instalasi sistem operasi Linux)
Catatan: Ingat bahwa, setelah proses instalasi, boot loader Windows akan ditimpa oleh boot loader Ubuntu!!!.
2. Erase and use the entire disk – Menghapus dan menggunakan seluruh hardisk
Pilih opsi ini jika Anda ingin menghapus sistem operasi yang telah ada atau hardisk masih kosong dan Anda ingin membiarkan installer secara otomatis mempartisi hardisk. Ini adalah opsi yang disarankan untuk semua pengguna, khususnya bagi mereka yang ingin sistem operasi tunggal pada komputernya.
3. Specify partitions manually (advanced) – Menentukan partisi secara manual (untuk tingkat mahir).
Pilihan ini direkomendasikan HANYA untuk pengguna tingkat lanjut untuk membuat partisi khusus atau memformat hardisk dengan file system lain dari yang telah ditentukan. Cara ini juga dapat digunakan untuk membuat partisi /home secara terpisah yang sangat berguna jika kelak Anda menginstal ulang seluruh sistem.
Berikut adalah cara mempartisi manual:

Peringatan: Pada langkah ini, semua isi hardisk akan dihapus dan tidak dapat dikembalikan lagi…
Klik tombol “Install Now” untuk melanjutkan proses instalasi…

Catatan: Pada langkah ini hardisk akan dihapus lalu dipartisi, data pada CD akan disalin kedalam hardisk dan Anda dapat sedikit bersantai sambil memasukkan informasi yang diperlukan.
Where are you? – Di mana Anda berada?
Layar ini akan menampilkan peta bumi. Setelah memilih lokasi tempat tinggal Anda, waktu sistem akan disesuaikan secara otomatis. Anda dapat menentukan lokasi Anda dengan meng-klik pada peta atau cukup ketik nama kota dalam kotak dibawahnya. Klik tombol “Forward” setelah Anda menentukan lokasi yang diinginkan…
Masih pada langkah ini, ada sebuah opsi bernama “Log in automatically”. Jika Anda memilih opsi itu, Anda akan secara otomatis login ke desktop Ubuntu.
Opsi lainnya, “Encrypt my home folder”, ini akan mengenkripsi instalasi Ubuntu (jika Anda tidak tahu manfaatnya, sebaiknya jangan aktifkan opsi ini). Klik tombol “Forward” untuk melanjutkan…

CD/DVD instalasi akan dikeluarkan, ambil CD/DVD itu lalu tekan “Enter” untuk me-reboot. Komputer akan di-restart dan dalam beberapa detik Anda akan melihat boot splash Ubuntu…

Pada layar login, klik username lalu masukan password Anda. Klik tombol “Log In” atau tekan Enter untuk log in…

Desktop Ubuntu 10.10 (Maverick Meerkat) telah siap Anda gunakan…

Selamat mencoba dan welcome linux…
Tutorial berikut ditujukan bagi mereka yang baru mengenal atau ingin mengenal dan mencoba merasakan Ubuntu 10.10 sebagai sistem pada komputer yang digunakan atau bahkan bagi mereka yang belum pernah menginstal Ubuntu sebelumnya.
Hal-hal yang perlu Anda persiapkan sebelum proses instalasi adalah memastikan bahwa komputer yang akan digunakan dapat melakukan booting dari CD/DVD drive. Hidupkan komputer Anda lalu tekan F8, F11 atau tombol F12 (bergantung pada BIOS Anda) untuk mengatur CD/DVD-ROM sebagai media booting pertama kali.
Anda juga memerlukan sebuah CD/DVD installer Ubuntu 10.10 yang sesuai dengan arsitektur yang digunakan (i386 atau amd64), jika belum memilikinya, Anda dapat mendownload terlebih dahulu melalui link download Ubuntu 10.10 yang kami sediakan pada artikel ini. Setelah installer berhasil di-download, silahkan bakar file ISO yang didapatkan dengan aplikasi pembakar CD/DVD seperti Nero, CDBurnerXP, Roxio atau aplikasi lain yang Anda sukai pada CD kosong dengan kecepatan 8x.
Bagi Anda yang baru pertama kali mengenal Linux dan ingin menginstal sendiri Ubuntu 10.10 sebagai pembelajaran, kami sangat menyarankan Anda melakukannya pada komputer dengan hardisk kosong yang tak ada data atau sistem lain di dalamnya, sebab kesalahan atau kegagalan selama proses instalasi dapat menyebabkan semua data atau sistem yang telah ada akan hilang/terhapus dan tidak akan pernah bisa dikembalikan lagi!!!.
Setelah semua perangkat yang dibutuhkan siap dan Anda telah memahami risiko yang mungkin terjadi jika ada kesalahan, langsung saja kita mulai peroses instalasi Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat.
Masukkan CD/DVD installer Ubuntu 10.10 kedalam CD/DVD drive lalu restart komputer Anda. Tunggulah beberapa saat hingga installer Ubuntu selesai diload…

Tak lama kemudian anda akan disodori sebuah wizard instalasi. Silahkan pilih bahasa yang ingin Anda gunakan lalu klik tombol “Install Ubuntu” untuk melanjutkan…
Catatan: Bagi Anda yang belum ingin mengistal Ubuntu 10.10 namun ingin mencoba merasakan sistem operasi ini, klik tombol “Try Ubuntu” untuk menjalankan Ubuntu 10.10 sebagai Live CD.

Persiapan menginstal Ubuntu.

Mengalokasikan drive space

1. Install alongside other operating systems – Instal bersama sistem operasi lain
Catatan: Ingat bahwa, setelah proses instalasi, boot loader Windows akan ditimpa oleh boot loader Ubuntu!!!.
2. Erase and use the entire disk – Menghapus dan menggunakan seluruh hardisk
Pilih opsi ini jika Anda ingin menghapus sistem operasi yang telah ada atau hardisk masih kosong dan Anda ingin membiarkan installer secara otomatis mempartisi hardisk. Ini adalah opsi yang disarankan untuk semua pengguna, khususnya bagi mereka yang ingin sistem operasi tunggal pada komputernya.
3. Specify partitions manually (advanced) – Menentukan partisi secara manual (untuk tingkat mahir).
Pilihan ini direkomendasikan HANYA untuk pengguna tingkat lanjut untuk membuat partisi khusus atau memformat hardisk dengan file system lain dari yang telah ditentukan. Cara ini juga dapat digunakan untuk membuat partisi /home secara terpisah yang sangat berguna jika kelak Anda menginstal ulang seluruh sistem.
Berikut adalah cara mempartisi manual:
- Pilih “Specify partitions manually (advanced)” lalu klik tombol “Forward”;
- Pastikan bahwa hardisk yang dipilih telah benar. “/dev/sda” adalah hardisk pertama. “/dev/sdb” adalah hardisk kedua pada komputer Anda. Jadi, pastikan bahwa Anda tahu mana yang ingin Anda format! Jika tidak, Anda akan kehilangan SEMUA DATA yang ada didalamnya!!!;
- Kami asumsikan hardisk yang Anda pilih adalah kosong (tidak ada sistem operasi lain atau data penting didalamnya) tetapi telah memiliki beberapa partisi. Pilih salah satu partisi tersebut lalu klik tombol “Delete”. Lakukan langkah ini untuk partisi lain pada hardisk yang telah dipilih hingga semua partisi dihapus dan Anda memiliki sebuah “free space” tunggal;
- Pilih pada ruang kosong tersebut, klik tombol “Add”. Pada jendela baru, masukkan nilai 2048 dalam kotak “New partition size in megabytes” lalu pilih opsi “swap area” pada menu dropdown “Use as”. Klik tombol OK, dalam beberapa detik Anda akan melihat sebuah partisi “swap” sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan;
- Pilih pada ruang kosong yang masih ada, klik tombol “Add”. Pada jendela baru, pilih opsi “Primary”, masukkan nilai antara 10.000 sampai 50.000 dalam kotak “New partition size in megabytes” lalu pilih “/” pada menu dropdown “Mount point”. Klik tombol OK, dalam beberapa detik Anda akan melihat sebuah partisi “ext4 /” sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan;
- Pilih pada ruang kosong yang masih ada, klik tombol “Add”. Pada jendela baru, pilih opsi “Primary”, masukkan nilai antara 30.000 sampai 50.000 (atau seberapapun sisa ruang hardisk yang masih ada) dalam kotak “New partition size in megabytes” lalu pilih “/home” pada menu dropdown “Mount point”. Klik tombol OK, dalam beberapa detik Anda akan melihat sebuah partisi “ext4 /home” sesuai dengan ukuran yang telah Anda tentukan.

Peringatan: Pada langkah ini, semua isi hardisk akan dihapus dan tidak dapat dikembalikan lagi…

Catatan: Pada langkah ini hardisk akan dihapus lalu dipartisi, data pada CD akan disalin kedalam hardisk dan Anda dapat sedikit bersantai sambil memasukkan informasi yang diperlukan.
Layar ini akan menampilkan peta bumi. Setelah memilih lokasi tempat tinggal Anda, waktu sistem akan disesuaikan secara otomatis. Anda dapat menentukan lokasi Anda dengan meng-klik pada peta atau cukup ketik nama kota dalam kotak dibawahnya. Klik tombol “Forward” setelah Anda menentukan lokasi yang diinginkan…

Keyboard layout.
Pada layar ini, Anda dapat memilih susunan keyboard yang diinginkan
atau biarkan dalam pilihan default. Anda juga dapat mengklik tombol
“Figure Out Keyboard Layout” untuk indentifikasi yang lebih baik dari
layout keyboard Anda. Klik tombol “Forward” jika Anda telah selesai
menentukan konfigurasi keyboard…
Who are you? – Siapakah Anda?
Pada layar ini, Anda harus memasukkan informasi yang sesuai. Isi
kolom dengan nama asli Anda, nama komputer (secara otomatis terisi,
tetapi bisa Anda ubah), nama yang Anda gunakan untuk login (disebut juga
“username”, yang akan diperlukan untuk login ke sistem) dan password
yang ingin Anda gunakan.Masih pada langkah ini, ada sebuah opsi bernama “Log in automatically”. Jika Anda memilih opsi itu, Anda akan secara otomatis login ke desktop Ubuntu.
Opsi lainnya, “Encrypt my home folder”, ini akan mengenkripsi instalasi Ubuntu (jika Anda tidak tahu manfaatnya, sebaiknya jangan aktifkan opsi ini). Klik tombol “Forward” untuk melanjutkan…

Pada tahap ini Ubuntu 10.10 (Maverick Meerkat) akan diinstal…

Setelah 10 sampai 15 menit (bergantung pada
spesifikasi komputer Anda), jendela pop-up akan muncul yang
memberitahukan bahwa instalasi telah selesai, Anda harus me-restart
komputer untuk dapat menggunakan sistem operasi Ubuntu yang baru saja
diinstal. Klik tombol “Restart Now”…

CD/DVD instalasi akan dikeluarkan, ambil CD/DVD itu lalu tekan “Enter” untuk me-reboot. Komputer akan di-restart dan dalam beberapa detik Anda akan melihat boot splash Ubuntu…

Pada layar login, klik username lalu masukan password Anda. Klik tombol “Log In” atau tekan Enter untuk log in…

Desktop Ubuntu 10.10 (Maverick Meerkat) telah siap Anda gunakan…

Selamat mencoba dan welcome linux…
Cara Mudah Instal XP

Windows XP adalah suatu sistem pengoperasian (operating system) yang paling banyak dipakai sampai saat ini karena selain kemudahan dalam pemakaiannya Windows XP digunakan sebagai standarisasi pembelajaran yang di pakai oleh sekolahan-sekolahan dan perguruan tinggi pada umumnya.
Untuk melakukan penginstalan windows xp diperlukan ketelitian dan kesabaran dalam prosesnya karena memerlukan waktu yang lumayan lama.
Ada beberapa jenis windows xp diantaranya windows xp professional, Home Edition, Media Center Edition, Tablet PC Edition, Starter Edition, Professional x64 Edition, Professional 64-bit Edition For Itanium.
berikut langkah-langkah yang mudah dan lengkap cara menginstal windows xp :
1. Siapkan CD WINDOWS XP
2. Siapkan CD DRIVER MOTHERBOARD
3. Atur bios terlebih dahulu agar prioritas bootingnya dimulai dari CD(DVD)-ROM, caranya:
a. Masuk ke BIOS dengan menekan tombol Del, atau F1, atau juga F2.
Pilih menu Advanced Settings, kemudian carilah ‘Boot Priority’ atau yang sejenis.
b. ubah pengaturanya, agar CDROM jadi urutan yang pertama kemungkinan pilihan ini ada 2 jenis
* menu ‘First boot priority’, ‘Second boot priority’ dll: Aturlah ‘First boot priority’ ke ‘CDROM’ dengan menekan tombol PgDn/Pgup (Page Down/Up) atau +/-.
Atur juga ‘Second boot priority’nya ke HDD0/HDD1.
* Jika menunya ‘Boot priority’: atur ke ‘CDROM, C, A’ atau ‘CDROM, A,
C. dengan menekan tombol PgDn/Up.
Cara paling mudah instal windows xp
(lengkap dengan gambar):
(lengkap dengan gambar):
gak usah di utak-atik biosnya. biarin aja bios diload masukin CD WINDOWSnya, lalu Restart komputer, trus tekan-tekan F8 atau F10 atau F11 (boleh dicoba satu-satu) nanti bakal muncul opsi boot selection. pilih aja yg ada 'bau' cd-nya. trus enter. selesai deh...ga pake repot-repot...
4. Tunggu beberapa saat sampai muncul tulisan "press any key to boot from CD" seperti tampilan Seperti gambar di bawah ini

5. Tekan ENTER atau sembarang tombol, lalu proses instalasi akan mengecek hardware komputer anda, kemudian akan muncul tulisan "windows setup" seperti gambar dibawah ini

6. lalu file-file di dalam cd akan di load ke dalam komputer, kemudian akan muncul tampilan "welcome to setup" seperti gambar dibawah ini

7. Tekan "ENTER" untuk menginstal windows xp, "R" untuk repair system windows yang sebelumnya pernah terinstal, "F3" untuk keluar dari proses instalasi, lalu akan muncul (End User Licese Aggrement) seperti gambar di bawah ini

8. Tekan "F8" kemudian proses instalasi akan mencari dan membaca partisi hardisk anda, kemudian akan muncul semua partisi hardisk anda, seperti gambar di bawah ini

9. Tekan "ENTER" untuk langsung menginstal windows, "C" untuk membuat partisi hardisk anda, kapasitas partisi sesuai dengan kebutuhan anda, dalam satuan MB, selanjutnya jika anda membuat partisi dengan menekan tombol "C", maka akan muncul gambar seperti di bawah ini

10. Kemudian tuliskan kapasitas partisi yang ingin anda buat, seperti terlihat pada gambar diatas, sebagai contoh, misalkan kapasitas hardisk anda 40 GB, lalu anda ingin membagi dua, maka tuliskan 20000,jangan 20, karna partisi satuannya MB, tentunya anda mengerti kan...?? cat" 1GB = 1000 MB
11. Kenudian tekan "ENTER" maka akan muncul gambar seperti dibawah ini

12. kemudian pilih "format the partition using the NTFS file system (Quick)" atau "format the partition using the NTFS file system (Quick)" lalu tekan "ENTER" maka akan muncul layar sepert gambar di bawah ini

13. Kemudian arahkan pointer pada posisi "unpartitioned space", lalu tekan "C" maka akan muncul gambar seperti gambar sebelumnya, dalam hal ini layar yang akan muncul seperti gambar sebelumnya menunjukan sisa partisi yang telah anda bagi, jika anda cuma membagi 2 partisi saja maka langsung tekan "ENTER" tapi jika anda ingin mempartisi lagi sisa hardisknya maka tinggal di bagi lagi aj, seperti langkah-langkah sebelumnya, mengertikan maksud saya....??
setelah selesai partisi ketika anda menekan "ENTER" seperti yang di jelaskan di atas, maka akan muncul gambar sperti gambar diatas, setelah itu arahkan poiter di posisi C: partition1 [New Raw], tapi biasanya sudah berada di posisi tersebut, maka anda tinggal menekan "ENTER" saja untuk proses instalasi windows, kemudian akan muncul proses format seperti gambar di bawah ini

14. Setelah selesai format, kemudian windows akan ,menyalin file untuk proses instalasi, seperti gambar di bawah ini

15. Setelah proses penyalinan selesai, secara otomatis komputer akan melakukan restart seperti gambar di bawah ini, dalam hal ini untuk mempercepat proses restart, anda bisa langsung menekan "ENTER"

16. Setelah itu akan muncul loading windows seperti gambar di bawah ini

17. selanjutnya proses instalasi windows di mulai 1..2..3...GOoooo muncul layar seperti gambar di bawah ini

18. selanjutnya tinggal menunggu, sambil ngopi jg bisa, biar lebih terinspirasi, eitssss, tp jangan kemana mana dulu, karna selanjutnya akan muncul layar seperti gambar di bawah ini

19. Langsung klik "NEXT" aja BOS...!!! lalu mucul lagi bos layar seperti gambar di bawah ini

20. Isi nama dan organisasinya, terserah BOS aja... lalu tekan "NEXT" kemudian akan muncul layar seperti gambar di bawah ini

21. Masukan serial nombernya, jangan sampe salah ya....!!! kemudian tekan "Next" selanjutnya akan muncul layar administrator, isi aja mau dinamain apa komputernya, terserah deeeehhhhh......
kalau mau pake pasword tinggal di isi juga paswordnya, terserah juga mo apa paswordnya.... lalu tekan "Next" maka muncul layar Date and Time Setting seperti gambar di bawah ini

22. Masukan settingan jam dan tanggal, tentukan juga time zone anda, untuk jakarta : pilih GMT+7 Klik "Next" lagi BOS.... setelah proses instalasi windows delanjutkan, seperti gambar di bawah ini

23. Silahkan Menunggu lumayan lama BOS,.... sampai muncul layar seperti gambar di bawah ini

24. Selanjutnya akan muncul layar work group or computer Domain,seperti gambar di bawah ini

25. jika komputer anda terhubung dengan sebuah domain, maka"Next"
26. Selanjutnya akan muncul display setting, seperti gambar di bawah ini, klik "OK" aja BOS....!!!

27. Kemudian windows akan mendeteksi tampilan optimal dari PC anda, seperti terlihat pada gambar di bawah ini, Klik "OK" aj BOS...!!!

28. Proses instalasi hampir selesai BOS..... selanjutnya akan muncul loading jendela windows seperti gambar di bawah ini

29. Selanjutnya anda akan dibawa masuk ke dalam windows untuk pertama kalinya seperti terlihat pada gambar di bawah ini, tekan "Next" aj BOS..

30. Selanjutnya akan muncul layar "Help Protect Your PC", seperti gambar di bawah ini, kemudian pilih "Not Right Now" lalu tekan "Next"

31. Kemudian komputer akan mengecek koneksi ke internet, seprti terlihat pada gambar di bawah ini, pilih "Yes" lalu tekan "Next"

32. Kemudian akan muncul pilihan aktivasi windows, seperti gambar di bawah ini, lalu tekan "Next"

33. Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini yang menunjukan pilihan untuk menambah pengguna komputer, Anda bisa memasukkan beberapa pengguna yang akan mengakses komputer Anda, Namun jika satu akun sudah cukup, atau Anda menginstall komputer untuk dipakai bergantian, cukup masukkan satu user kemudian klik "Next"
34. Proses instalasi windows selesai, kemudian akan muncul layar seperti gambar di bawah ini, klik "finish", maka proses instalasi selesai.....

35. Selesailah sudah semua.... kemudian perlahan masuk ke windowsnya seperti telihat pada gambar di bawah ini


36. Kemudian tinggal menginstal CD Driver Motherboad, dan perangkat pendukung lainnya....
Demikianlah langkah-langkah dan cara install windows xp lengkap berikut gambarnya..
"Semoga Bermanfaat"
Semoga Bermanfaat..
Langganan:
Postingan (Atom)



